CATHAY Pacific, maskapai penerbangan asal Hong Kong menyatakan ada 9,4 juta data penumpang yang tercuri, tetapi mengatakan tidak ada bukti bahwa data tersebut telah disalahgunakan.

Cathay menyatakan retasan tersebut saat menyelidiki penemuan sebelumnya bahwa data telah dikompromi. Pengumuman ini menyusul serangkaian pelanggaran di operator besar lainnya, termasuk Delta, Boeing dan British Airways.

Ditambah oleh Cathay bahwa sistem penerbangan dan keselamatan tidak terpengaruh oleh retasan tersebut, karena sistem IT yang terpengaruh sepenuhnya terpisah dari peralatan operasional.

Informasi yang diakses tanpa otorisasi mencakup sekitar 860.000 nomor paspor dan 403 nomor kartu kredit, kata Cathay. Informasi lain seperti nama, kebangsaan, tanggal lahir, nomor telepon, email dan alamat juga bocor, tetapi kata sandi tidak terpengaruh.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa keamanan data ini yang dapat menyebabkan kegelisahan para penumpang kami,” kata Kepala Eksekutif Cathay Pacific Rupert Hogg dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: British Airways menjadi korban Skimming Script

“Kami akan segera bertindak untuk menguasai peristiwa tersebut, memulai penyelidikan menyeluruh dengan bantuan perusahaan cybersecurity terkemuka, dan untuk lebih memperkuat langkah-langkah keamanan IT kami,” lanjutnya.

Cathay menghubungi para penumpang yang terkena dampak untuk membantu dengan perlindungan data, menurut pernyataan itu.

Powered by tembokapi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here