Bagi praktisi yang berkecimpung di dunia IT pastinya sudah akrab dengan perangkat keamanan jaringan yang disebut dengan firewall. Namun bagi pendatang baru, perangkat yang berfungsi untuk mengelola lalulintas keluar-masuknya data ini mungkin belum terlalu dapat dipahami. Maka dari itu, Team tembokapi berusaha memberikan sedikit gambaran mengenai apa itu firewall serta alasan mengapa firewall dibutuhkan dalam suatu jaringan.

Apa itu firewall?

Kalau diterjemahkan, kata firewall dapat memiliki arti “tembok api” (yup, terjemahan inilah yang menjadi inspirasi bagi nama situs ini). Walaupun demikian, firewall bukanlah sebuah tembok dalam arti yang sebenarnya, namun firewall juga merupakan perangkat jaringan seperti router, switch, dan lain-lain. Perbedaannya, jika perangkat seperti router dan switch ditujukan untuk membentuk jaringan, maka firewall lebih difokuskan terhadap pengamanan jaringan. Perangkat firewall umumnya menjadi perimeter bagi sebuah jaringan yang dikelola oleh suatu otoritas tertentu, dan berfungsi melakukan pengontrolan pada traffic data yang masuk dan keluar dari jaringan tersebut.

apa-itu-firewall-techwork-consulting

Gambar: ilustrasi firewall – source www.techwork-consulting.com

Sederhananya, firewall dapat diibaratkan sebagai garis perbatasan antar dua negara yang bersebelahan. Di area perbatasan ini biasanya terdapat penjagaan yang tentunya ditujukan agar tidak ada siapapun yang dapat keluar-masuk area negara kita tanpa izin. Sekarang, dengan logika yang sama, kita dapat membayangkan konsep dasar dari firewall. Firewall merupakan garis perbatasan itu sendiri sekaligus merupakan penjaganya. Adalah tugas dari firewall untuk menentukan apakah sebuah data diperbolehkan untuk meninggalkan maupun memasuki suatu jaringan yang dikelolanya, dengan demikian tujuan dari pengamanan data seperti confidentiality, integrity, dan availability dapat dicapai.

Alasan menggunakan firewall

Basically, firewall dipasang karena dua alasan berikut ini:

1. Untuk mencegah suatu data meninggalkan jaringan

Dalam hal ini, firewall berperan melindungi kerahasiaan data yang kita miliki didalam jaringan kita dengan cara memantau outgoing traffic. Sebagai contoh, dalam suatu jaringan terdapat server yang menyimpan data-data rahasia perusahaan. Perusahaan tersebut tentunya tidak ingin jika seseorang dapat mengupload data tersebut dari server ke internet. Dengan menggunakan firewall, kita dapat mencegah hal tersebut terjadi dengan cara memblokir IP address server tersebut untuk melakukan komunikasi keluar.

2. Untuk mencegah data yang tak diinginkan memasuki jaringan

Dalam hal ini, firewall memiliki peran untuk menjaga keamanan penghuni jaringan dari masuknya data-data yang tidak diinginkan kedalam jaringan, seperti virus atau malware. Sebagai contoh, pada suatu situasi, seorang administrator jaringan mendeteksi adanya malicious packet yang dikirimkan ke jaringan kita dari suatu IP address di internet. Dengan firewall, IP address pengirim tersebut dapat diblokir sehingga tidak lagi dapat mengirimkan data ke jaringan kita.

Kedua tujuan diatas juga sebenarnya dapat tercapai hanya dengan mengandalkan perangkat seperti router maupun switch, namun tambahan-tambahan fungsi ini dapat membebani kinerja router/switch. Selain itu, kemampuan firewall dalam melakukan klasifikasi data tentunya jauh lebih advance daripada router/switch yang umumnya hanya dapat mengklasifikasikan data berdasarkan informasi source/destination address dan nomor port saja. Sehingga, sebuah dedicated firewall tetap diperlukan dalam jaringan terutama jaringan sekelas enterprise.

Kesimpulan

Firewall merupakan perangkat jaringan yang berfungsi untuk menjaga keamanan jaringan dengan cara mengontrol data-data yang meninggalkan dan memasuki jaringan. Firewall akan menentukan apakah suatu data diperbolehkan untuk meninggalkan atau memasuki suatu jaringan, dan dengan demikian dapat membantu tercapainya keamanan data.

Powered by tembokapi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here